Rabu, 12 Desember 2018

IT Governance & Risk Management


             1.     Aspek-aspek pada IT governance dan risk management adalah :
·       Tataran Korporasi.
Aspek ini  terdiri atas tiga hal yaitu kecukupan modal minimum, batasan portofolio investasi, dan terakhir pemisahan rekening perusahaan dan nasabah. Pengaturan yang dimaksudkan untuk mencegah kejahatan korporasi (corporate crime).
·       Tataran Pengelola Perusahaan.
Aspek ini terdiri atas tiga hal juga yaitu kompetensi manajemen berupa pengalaman dan keahlian, integritas pengurus berupa rekam jejak yang tidak tercela, dan terakhir tata pengelolaan yang baik dan transparan. Pengaturan bermaksudkan untuk mencegah kejahatan pimpinan perusahaan (white collar crime).  
·       Tataran Pelaksana Lapangan Perusahaan.
Aspek ini terdiri atas tiga hal juga yaitu pengenalan selera risiko nasabah (risk appetite), pengetahuan tenaga penjual akan produk investasi yang dijualnya, dan terakhir transparansi dalam menjelaskan risiko investasi. Pengaturan ini memiliki maksud untuk mencegah kejahatan tenaga pelaksana (blue collar crime). 
·       Risk Management adalah serangkaian prosedur dan metodologi serta analisa terhadap setiap proses atau kegiatan yang digunakan untuk mengidentifikasi resiko, melakukan tindakan untuk meminimalkan kemungkinan terjadinya suatu resiko dan meminimalkan dampak negatif yang ditimbulkan oleh resiko tersebut.

           2.     Contoh dari aspek yang terdapat pada IT governance dan risk management adalah
Elemen atau unsur terpenting yang selalu melekat didalam aplikasi tujuan Risk Management adalah unsur keamanan (Security) dan keselamatan (Safety).
Untuk mendapatkan semua aspek diatas, maka diperlukan metode untuk selalu “sudah melakukan sebelum orang lain memikirkan” (view step aheads) dengan sikap proaktif, responsif, penuh tanggungjawab, peduli dan penuh disiplin.
3.     Langkah-langkah pada auditing IT governance :
1)    Memulai program tata kelola TI: menjelaskan tata kelola TI dan nilainya pada manajemen
2)    Menilai kondisi saat ini: memberikan masukan dan membantu memberikan penilaian kondisi yang sedang terjadi
3)    Merencanakan atau mencari solusi tata kelola TI
4)    Memantau inisiatif tata kelola TI
5)    membantu membuat bisnis tata kelola TI, seperti : memberikan input objektif dan konstruktif, mendorong penilaian diri, dan memberikan keyakinan kepada manajemen bahwa tata kelola bekerja secara efektif.
4.     Pengertian IT pada domain EDM (Evaluate, Direct, and Monitor), APO (Align, Plan, and Organise), BAI (Build, Acquire, and Implement), DSS (Deliver, Service, and Support) dan MEA (Monitor, Evaluate, Assess) adalah :
1)    Proses tata kelola EDM berurusan dengan tujuan stakeholder dalam melakukan penilaian, optimasi risiko dan sumber daya, mencakup praktek dan kegiatan yang bertujuan untuk mengevaluasi pilihan strategis, memberikan arahan kepada IT dan pemantauan hasilnya.
2)    Proses manajemen APO memberikan arah untuk penyampaian solusi (BAI) dan penyediaan layanan dan dukungan (DSS). Domain ini mencakup strategi dan taktik, dan identifikasi cara terbaik agar IT dapat berkontribusi pada pencapaian tujuan bisnis.
3)    Proses manajemen BAI memberikan solusi dan mengimplementasikannya sehingga berubah menjadi layanan. Untuk mewujudkan strategi IT, solusi IT perlu diidentifikas ikan, dikembangkan, serta diimplementasikan dan di integrasikan ke dalam proses bisnis. Perubahan dan pemeliharaan sistem yang ada juga tercakup dalam domain ini, untuk memastikan bahwa solusi dapat memenuhi tujuan bisnis.
4)    Proses manajemen DSS menyampaikan solusi yang dapat digunakan bagi pengguna akhir. Domain ini berkaitan dengan penyampaian dan dukungan layanan aktual yang dibutuhkan, yang meliputi pelayanan serta pengelolaan keamanan dan keberlangsungan dukungan layanan bagi pengguna, dan manajemen data dan fasilitas operasional.
5)    Proses manajemen MEA memonitor semua proses untuk memastikan bahwa pengarahan yang disediakan domain yang sebelumnya diikuti. Semua proses IT perlu dinilai secara teratur dari waktu ke waktu untuk mengontrol kualitas dan kepatuhannya. Domain ini merujuk pada manajemen kinerja, pemantauan pengendalian internal, kepatuhan terhadap peraturan dan tata kelola.


Refrensi  :
https://adiazep.wordpress.com/2017/12/27/it-governance-risk-management/
http://citrarhmdn.blogspot.com/2017/12/it-governance-dan-risk-management.html


                             Tugas Softskill : 
                             Ibu. Atit Pertiwi




Kamis, 30 November 2017

PERBANDINGAN 3 NEGARA ASIA TENTANG SISTEM CERDAS DI BIDANG TEKNOLOGI

1. Sophia Robot pertama di anggap sebagai penduduk di Arab Saudi

Pengumuman itu dibuat pada persidangan Inisiatif Pelaburan Masa Depan (FII) di Riyadh, 25 Oktober lalu.Persidangan FII yang dibiayai Dana Pelaburan Awam bertujuan untuk mengetengahkan cita-cita tinggi Arab Saudi dalam mencorak masa depan mereka melalui pelan Wawasan 2030.Dengan pengumuman itu, satu sejarah tercipta apabila sebuah robot diiktiraf sebagai penduduk yang sebelum ini tidak pernah dilakukan oleh mana-mana negara.
Kerajaan Arab Saudi merupakan negara pertama yang memberikan kewarganegaraan kepada robot. Namun, setakat ini tiada perincian mengenai butiran kewarganegaraan Sophia.Sophia dibina oleh syarikat Hanson Robotics Ltd., yang berpangkalan di Hong Kong.Robot menyerupai manusia itu mempunyai ekspresi wajah, estetika dan interaktiviti yang luar biasa.Sophia juga berkemampuan meneliti pelbagai soalan mengenai robot lain.
Apabila ditanya mengenai robot futuristik jahat yang digambarkan dalam filem-filem seperti Blade Runner 2049, Sophia berkata, manusia tidak perlu takut.
2. Robot Bedah asal Korea

            Peneliti di Korea Selatan tengah mengembangkan robot yang membantu dalam operasi pasien, kendati memang diakui pengembangan teknologi ini masih lebih mahal daripada operasi konvensional. 
Robot ini memungkinkan dokter untuk melakukan operasi rinci dengan sayatan minimal, sehingga mengurangi kemungkinan terjadinya komplikasi dan nyeri, serta waktu pemulihan lebih cepat. 
Para dokter mengatakan, robot akan berguna untuk operasi tumor ganas di daerah seperti hati. Menurut mereka, robot operasi adalah pengembangan paling maju dalam bedah invasif minimal, meskipun laporan mengenai robot yang membantu operasi pengangkatan tumor di atau sekitar pankreas atau di saluran empedu masih sangat kecil.
Menurut dokter, operasi kanker tiroid menggunakan robot lima kali lebih mahal daripada metode konvensional yang dilindungi oleh asuransi kesehatan nasional.
3.  Robot Polisi asal Dubai


Untuk saat ini robot polisi itu masih dalam tahap uji coba dan jika eksperimen tersebut sukses maka Dubai berencana mengisi 25 persen dari petugas patroli lalu-lintasnya dengan robot pada 2030.

Robot itu juga akan dilibatkan untuk menjaga serta mengatur keamanan pada pameran berskala internasional, Expo 2020, yang digelar di Dubai.
Robot itu juga dipersenjatai dengan kamera dan peranti pemindai wajah. Alat-alat ini bisa membantunya untuk mengidenfikasi pelaku kriminal.

Selain itu kamera juga bisa digunakan untuk memonitor pelat kendaraan yang melanggar lalu-lintas, serta memantau potensi ancaman terorisme tanpa harus membahayakan personel polisi manusia.

Publik juga bisa melaporkan kejahatan pada robot polisi itu dengan memanfaatkan komputer layar sentuh yang tersedia pada dadanya.

Adapun robot tersebut diciptakan oleh PAL Robotics, sebuah perusahaan yang berbasis di Barcelona, Spanyol.



Keuntungan dan Kerugian Sistem Cerdas beserta Pandangan Penggunaan Cerdas

TEKNOLOGI SISTEM CERDAS.



 Mobil tanpa sopir(Bidang Industri)
Keuntungan :
1.     Mengurangi angka kecelakaan.
2.    Menghemat waktu karena menggunakan sistem cerdas
3.    Menggunakan banyak informasi agar dapat di tujuan dengan cepat

Kerugian :
1.     Manusia tersingkir untuk pekerjaan supir pribadi
2.    Kurang efektif jika adaptasi sistem ini kurang cepat
3.    Manusia jadi bergantung dengan mobil tanpa supir


Pandangan kedepan nya untuk Negara Indonesia dalam penggunaan Sistem Cerdas.
Mungkin kedepan nya Indonesia bisa mengejar ketinggalan nya dengan Negara lain dalam hal teknologi (Sistem Cerdas). Menjadi lebih efektif dan tepat guna. Tidak di salah gunakan dan tidak membuat manusia menjadi ketergantungan. Tidak ada yang di rugikan. Dan membuat manusia sadar dan tidak ingin kalah dengan teknologi(Sistem Cerdas) dalam hal persaingan seperti pekerjaan dan lain nya.

Bahasa Inggris 2 - Soal Ilmu Komputer

The earliest foundations of what would become computer science predate the invention of the modern digital computer. Machines for calcula...